Skip to main content

Posts

Menunggu

di kota yang semakin riuh
selalu terburu-buru,

waktu adalah yang tak pernah sampai
meski terus kau kejar-kejar
dan ia juga yang tak pernah lelah
terus-menerus mengejar dirimu

di kota yang semakin riuh
selalu terburu-buru,

menunggu
adalah momen paling romantis
sebab waktu
selalu ada di situ
bersamamu


Jogja, 22 September 2018
Recent posts

Basabasi

Malam tanpa rembulan.

Di angkringan pojok perempatan,
kopi hitam, gorengan,
nasi kucing bersampul koran,
temaram cahaya tilam,
kita omong-omong tentang perubahan.

Di seberang jalanan,
ada yang tertidur pulas
beralas kardus-kardus bekas
berselimut koran hari-hari kemarin.

Kenyataan kecil yang tertimbun
di bawah bayang-bayang berita besar
yang entah apa benar
namun selalu lebih penting
untuk dibicarakan,

biarpun cuma sekedar basabasi saja
supaya tak ada sepi di antara kita.

Jogja, September 2018

The Boy, The Girl, and A Short Conversation

There was a boy,
and there was
this girl.

And there was silence
floating cold in the air.

So he threw a conversation
through the dark of night,
to break the sheer silence
he can not bear
to listen to:

"Tell me the thing
that makes you happy
the most."

"Nothing,"
she said.

"Not a thing?"

"No."

"How can I make you happy, then?"

"You can't..."


(silence...)


"But I'm happy right now,"
she then said.

"Why?" he asked.

"Why not?"

//
Because,
you can not tell
what makes you happy.
You can only tell
what makes you not.

If you say you are happy
because the sky is blue,
and the sun is shining,
and the cool wind is blowing
above the field of green grass,
doesn't that mean
you would not be happy
otherwise?

Don't look for
a reason
to be happy.
Just look,
and be happy.
//

So the silence
back in the air again.
But this time
it last for a very long time
and no one ever wanted
to break it.


Jogja, 8 …

Demi Waktu Nanti

.
berapa banyak lagi
waktu yang kita peroleh hari ini
mesti terjual demi
lembaran-lembaran mimpi
untuk dapat membeli kembali
waktu di hari esok nanti

begitukah
hidup
setiap hari

tetapi

apa esok
kan masih
ada waktu?


Jogja, 22 Juni 2018

Hari Terindah Untuk Bahagia

/
betapa bahagianya
menjalani kehidupan
hari ini
tanpa perlu merisaukan
hari esok

karena
hari esok
belum tentu ada

buat apa menyimpan angan-angan?
buat apa punya cita-cita?

hari ini adalah
hari terindah
untuk bahagia

dan sepertinya
orang paling bodoh di dunia
adalah orang yang bercita-cita
untuk bahagia


Jogja, 22 Juni 2018

Tak Perlu Ada

.
Kadang aku ingin menjadi angin
dan kan kubawakan kesejukan
kepadamu kalau lagi gerah

Kadang aku ingin jadi bayang-bayang
dan kan kutebarkan keteduhan
di sepanjang jalanmu pulang

Malam ini
aku ingin menjadi gelap
di langit kotamu

supaya kamu bisa melihat
gemintang bertaburan di angkasa,

aku ingin menjadi sunyi
di relung jiwamu

supaya kamu bisa mendengarkan
suara hatimu sendiri,

aku ingin menjadi segala sesuatu apa saja
yang tak perlu ada di benakmu

supaya kamu bisa tidur nyenyak
dan menemukan kembali
mimpi-mimpimu sendiri.

Begitulah ...


Jogja, 7 Juni 2018 21:57

sepanjang tepian sunyi

sepanjang tepian sunyi
kita menyeret langkah

(resah...)

desah ombak berbuih-buih mengulum desir pasir; waktu yang mengendap di tepi samudera dalam jiwa yang bergolak dilanda badai gumpalan-gumpalan kenangan; awan gelap menutupi harapan akan masa depan cerah yang selalu kita simpan di batas cakrawala; langit cerah, matahari senja, kilau-kemilau lautan teduh, dan suara pekik camar menyambar ikan buruan di ujung penantian yang selalu dijaga dengan penuh kesabaran di pucuk tiang layar sebuah kapal nelayan yang sedang sibuk menarik jalanya dengan segenap harapan akan tangkapan

sepanjang tepian sunyi
kita menyeret langkah

(amarah...)

alir waktu mengikis tangis sampai habis air mata di dunia yang tinggal menyisakan amarah berdarah yang menciprati setiap wajah dan menodai dinding-dinding istana cinta yang kini sepi tanpa penghuni sebab telah kita bunuh semua kemungkinan untuk menumbuhkan benih-benih kasih sayang dengan racun yang kita campurkan dalam kata-kata dan api yang kita kobarkan di uj…