Skip to main content

Di Antara Tidur dan Terjaga

Untuk apa Kita ada di sini?

Dari celah di bawah pintu
Pagi masih sepi, tetapi seperti berbisik, ada yang mencoba membangunkan Kita
Pertanyaan-pertanyaan sederhana yang sering tertinggal tak terjawab di atas kasur empuk tempat Kita kadang merenungi mimpi yang baru saja hilang dari ingatan
Atau menghayalkan kenyataan lain yang seandainya bisa terjadi dalam hidup
Tetapi mungkin Kita terlalu menyukai berbaring lebih lama
Sampai sisa-sisa mimpi benar-benar telah kering menguap oleh mentari yang menelusupkan lebih banyak lagi sinarnya melalui lubang-lubang jendela.

Apa yang seharusnya Kita lakukan dalam hidup?

Seperti mencekik,
Setiap kali gayung menumpahkan air pada tubuh Kita yang kerontang
Lalu dingin menusuk menembus kulit, daging, dan tulang
Dan lebih dalam lagi
Jauh di dalam diri Kita terasa 'sesuatu' bergetar

Kemana seharusnya Kita melangkah?

Di setiap jejak kaki yang Kita tinggalkan di tanah
Tertulis bagai prasasti yang dipahat selama bertahun-tahun yang telah Kita lalui
Hingga debu peradaban menguburnya dalam gemerlap dunia
Masa depan yang Kita lihat adalah...

Sampai mana jalan ini akan berakhir?

Di banyak persimpangan yang Kita hadapi, ragu tertelan bersama ludah, lalu
Hela nafas panjang…
Apakah setiap jalan memiliki tujuan masing-masing yang berbeda, atau sesungguhnya setiap jalan tidak menuju ke mana pun. Lalu mengapa Kita masih saja berjalan?
Berhentilah Kita melangkah.
Terdiamlah Kita.
Tetapi dunia tak pernah berhenti memutar waktu.
Maka Kita melangkah lagi.

Kemana?

Into The Mist
image url (https://stylegerms.com/wp-content/uploads/2013/06/intoTheMist.jpg)

Comments

Popular posts from this blog

Makna dan Aktualisasi (Potensi) Diri

Maslow percaya bahwa manusia membawa potensi yang luar biasa di dalam dirinya untuk menjadi “a Good Human Being” atau “Manusia yang Baik.” Ia juga percaya bahwa setiap manusia sesungguhnya dapat mengaktualisasikan potensi dirinya tersebut, kecuali bila ia mengalami patologi. Sayangnya, apa yang pada umumnya terjadi pada kebanyakan manusia adalah mereka tidak dapat mengaktualisasikan potensi kebaikan yang dimilikinya sebab mereka mengalami berbagai hambatan. Salah satu hal yang menyebabkan terhambatnya aktualisasi diri manusia tersebut, menurut Maslow, adalah karena manusia “teralihkan” perhatiannya dari kebutuhan aktualisasi diri kepada kebutuhan-kebutuhan lain yang tingkatnya lebih rendah yaitu kebutuhan fisiologis, rasa aman, kebutuhan sosial, dan kebutuhan untuk dihargai (Feist & Feist, p. 305).

Sebagaimana Maslow, saya pun percaya bahwa manusia membawa potensi kebaikan di dalam dirinya. Hal ini memang bukan berarti bahwa semua manusia itu pada kenyataannya baik, sebab memang t…

Di Dunia Tanpa Batas

Ini dunia yang terbuka lebar, sangat lebar
Di mana-mana ada jendela, di setiap sudut terdapat pintu
Kita boleh menengok lewat jendela kapan saja, dan melihat dunia yang benar-benar berbeda
Kita bisa memasuki pintu mana saja, lalu dalam sekejap sudah berada di dunia yang benar-benar berbeda. Seperti "pintu ke mana saja" punya Doraemon itu...

Ketika berada di sini, kita tidak benar-benar ada di sini
Kita bisa berada di sana, tetapi juga tidak benar-benar ada di sana

Di mana kah kita sebenarnya?

Kita perlu bertanya, paling tidak pada diri kita sendiri

[]

Begitu mudah melihat ke luar. Jendela-jendela tidak pernah tertutup, pitu-pintu tak pernah terkunci
Dan mungkin kita jadi lupa melihat ke dalam
Setiap kali ada masalah di dalam sini, kita melihat ke luar. Berbagai dunia di luar sana yang sepertinya lebih damai, lebih menyenangkan daripada di sini. Tinggal membuka pintu, lalu masalah di sini menjadi masalah di sana. Tak perlu begitu dipikirkan. Sekarang kita di sini, masalah it…

Jalan Busur [8 - CARA MEMEGANG BUSUR]

terjemahan dari The Way of the Bow oleh Paulo Coelho ~ [sebelumnya] ~
CARA MEMEGANG BUSUR
Selalu tenang dan bernafaslah dalam-dalam.

Setiap gerak-gerikmu akan dimati oleh kawan-kawanmu, yang akan memberimu bantuan ketika diperlukan.

Tetapi jangan pernah melupakan bahwa musuh juga mengintaimu, dan bahwa ia bisa mengetahui perbedaaan antara tangan yang tenang dengan yang tidak: karena itu, bila engkau tegang, bernafaslah dalam-dalam, sebab itu akan membantumu untuk berkonsentrasi dalam setiap tahap.

Ketika engkau memegang busur di depan tubuhmu, bayangkanlah di dalam pikiranmu setiap tahapan yang membawamu mempersiapkan tembakan itu.

Tetapi lakukanlah dengan tenang, sebab tidak mungkin engkau akan dapat mengingat semua peraturan itu di dalam kepalamu; dan dengan pikiran yang tenang, selagi engkau membayangkan setiap tahap, engkau akan melihat kembali saat-saat paling sulit yang kau hadapi dan bagaimana engkau mengatasinya.

Ini akan memberimu kepercayaan diri sehingga tanganmu tidak akan …