Skip to main content

Batu Sungai

Kalau kau mau tahu waktu
Tanyakan kepada batu
Yang selalu betah berada di situ
Sedangkan sungai seperti terburu-buru
Ingin segera sampai ke hulu
Mungkin karena rindu
Menjadi lautan biru
Sedang batu hanya bisa berharap menjadi debu
Setelah begitu lama menunggu
Engkau duduk di atas perahu
Katamu: betapa cepat waktu berlalu
Aku masih berdiri di atas batu
Menghitung buih, ragu demi ragu
Jogjakarta, 20 Agustus 2016

Comments

Popular posts from this blog

Di Dunia Tanpa Batas

Ini dunia yang terbuka lebar, sangat lebar
Di mana-mana ada jendela, di setiap sudut terdapat pintu
Kita boleh menengok lewat jendela kapan saja, dan melihat dunia yang benar-benar berbeda
Kita bisa memasuki pintu mana saja, lalu dalam sekejap sudah berada di dunia yang benar-benar berbeda. Seperti "pintu ke mana saja" punya Doraemon itu...

Ketika berada di sini, kita tidak benar-benar ada di sini
Kita bisa berada di sana, tetapi juga tidak benar-benar ada di sana

Di mana kah kita sebenarnya?

Kita perlu bertanya, paling tidak pada diri kita sendiri

[]

Begitu mudah melihat ke luar. Jendela-jendela tidak pernah tertutup, pitu-pintu tak pernah terkunci
Dan mungkin kita jadi lupa melihat ke dalam
Setiap kali ada masalah di dalam sini, kita melihat ke luar. Berbagai dunia di luar sana yang sepertinya lebih damai, lebih menyenangkan daripada di sini. Tinggal membuka pintu, lalu masalah di sini menjadi masalah di sana. Tak perlu begitu dipikirkan. Sekarang kita di sini, masalah it…

Makna dan Aktualisasi (Potensi) Diri

Maslow percaya bahwa manusia membawa potensi yang luar biasa di dalam dirinya untuk menjadi “a Good Human Being” atau “Manusia yang Baik.” Ia juga percaya bahwa setiap manusia sesungguhnya dapat mengaktualisasikan potensi dirinya tersebut, kecuali bila ia mengalami patologi. Sayangnya, apa yang pada umumnya terjadi pada kebanyakan manusia adalah mereka tidak dapat mengaktualisasikan potensi kebaikan yang dimilikinya sebab mereka mengalami berbagai hambatan. Salah satu hal yang menyebabkan terhambatnya aktualisasi diri manusia tersebut, menurut Maslow, adalah karena manusia “teralihkan” perhatiannya dari kebutuhan aktualisasi diri kepada kebutuhan-kebutuhan lain yang tingkatnya lebih rendah yaitu kebutuhan fisiologis, rasa aman, kebutuhan sosial, dan kebutuhan untuk dihargai (Feist & Feist, p. 305).

Sebagaimana Maslow, saya pun percaya bahwa manusia membawa potensi kebaikan di dalam dirinya. Hal ini memang bukan berarti bahwa semua manusia itu pada kenyataannya baik, sebab memang t…

Jalan Busur [7 - CARA MEMEGANG ANAK PANAH]

terjemahan dari The Way of the Bow oleh Paulo Coelho ~ [sebelumnya] ~
CARA MEMEGANG ANAK PANAH
Memegang anak panah adalah tentang bagaimana engkau menyadari intensimu sendiri.

Engkau harus meneliti seluk beluk sepanjang anak panah itu, memeriksa apakah bulu sirip ekor yang akan mengendalikan lesatannya sudah terpasang dengan baik, dan memastikan bahwa ujungnya telah benar-benar runcing.

Pastikanlah ia benar-benar lurus dan tidak bengkok atau cacat akibat penggunaan sebelumnya.

Dalam kesederhanaannya dan bobotnya yang ringan, anak panah dapat kelihatan sangat rapuh, namun dengan kekuatan yang dimiliki oleh seorang pemanah, ia dapat membawa bersamanya energi tubuh dan pikiran dari penembaknya sepanjang lintasan yang dilaluinya.

Legenda menceritakan bahwa sebuah anak panah pernah menenggelamkan sebuah kapal besar, karena orang yang menembakkannya tahu persis bagian mana pada kapal itu yang paling lemah sehingga ia mampu melubanginya dengan anak panah itu dan membuat air diam-diam merembes…